Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Minggu, 01 November 2009

PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN PENDIDIKAN

Proses perkembangan dengan prosees bejar mengajara yang dikelola para guru terdapat benag merah yang mengikat kedua prosees tersebut. Salah satunya kesulian yang dialami para guru dalam semua jenjang pedidikan adalah menghayati makna nyan dalam mengenai hubungan perkembangan khususnya ranah kognitif dengan proses belajar mengajar yang menjadi tanggung jawabnya.
Ranah psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kesiswaan yang bekeudukan pada otak, dalam prespektif psikologis kognitif adalah sumber seekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainya, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor.
Pendidikan dan pengajaran perlu diupayakan seedemikian rupa agar ranah kognitif siswa datap berfungsi secara posif dan bertanggung jawab dalam arti tidak menimbulkan nafsu serakah, dan kedustaan yang tidak hanya merugikan dirinya sendiri saja tetapi juga merugikan orang lain.
Tanpa kognitif, sulit dibayangkan seseorang sisiwa dapat berfikir selanjutnya, tanpa kemapuan berfikir, mustahil siswa dapat memahami dan meakini kaedah materi pelajaran yang disajikan kepadanya.
Dalam upaya pengembangan kognitif siswa secara terarah baik oleh orang tua, maupun oleh guru sangat penting. Upaya pengembangan funsis ranah kognitif akan berdampak positif bukan hanya pada pengembangan ranah afektif, dan psikomotor.
Tanpa pengembangan strategi belajar dalam penyampaian strategi pembelajaran siswa akan sulit diharapkan mengembangkan ranah afektif dan psikomotornya sendiri.
Prefensi kognitif yang perrtama ada umumnya timbul karena dorongan luar yang menyebabkan siswa berangapan bahwa belajar hanya seebagai alat atau menceah ketidak lulusan atau ketidak naikan. Sebaliknya prefensi kognitif yang kedua biasanya timbul karena dorongan dari dalam diri siswa sendiri dalam arti siswa tersebut memmang membutuhkan materi pelajaran yang disajikan gurunya.
Guru juga dituntut untuk mengembangkan kecakapan kognitif para siswa dalam memecahkan masalah dengan mengunakan pengetahuan yang dimilikinya terhadap pesan moral dan nilai yang terkandung dalampengetahuaan.

Rujukan: Soemanto wasty, 1983. Psikologi Pendidikan. Malang. Rineka cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar