Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Rabu, 14 Oktober 2009

Ramalan gempa Sumatra barat

Ramalan Gempa Besar Picu Stres Masyarakat
Minggu, 11 Oktober 2009 16:32 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 1412 kali
Padang (ANTARA News) - Pakar gempa dari Universitas Andalas Padang, Badrul Mustapa Kemal, menyebut bahwa ramalan gempa besar yang beredar belakangan ini dapat memicu stress (tekanan jiwa) di kalangan masyarakat yang mengkhawatirkannya.

"Aktivitas perekonomian menjadi stagnan karena masyarakat takut ke luar rumah. Kepala keluarga malas bekerja dan lebih berkeinginan menjaga keluarganya di rumah," katanya di Padang, Minggu.

Tanggapan tersebut dikemukakannya sehubungan tayangan televisi yang menampilkan pernyataan peramal yang meramalkan akan kembali terjadi gempa di Sumatra pada 16 Oktober 2009 atau 2 Februari 2010 dan Oktober 2010.

Menurut dia, semua pakar gempa di dunia tidak pernah menyebutkan gempa dalam bentuk ramalan, tetapi dihitung melalui minggu, bulan dan tahun.

"Orang bisa membuat periodesasi berdasarkan perulangan gempa pada satu tempat dan kemudian baru menyatakan siklus tersebut. Ramalan tentang gempa tidak ilmiah dan itu tidak bisa dipercaya," katanya.

Dasarnya isu itu tidak bisa dipecaya terkait penelitian ilmiah sejumlah pakar yang menyebutkan di Siberut akan terjadi gempa besar, dan gempa tersebut sudah terjadi. Namun demikian hasil penelitian satu atau dua orang pakar itu bisa saja salah atau benar.

Salah atau benarnya isu tentang akan terjadinya gempa besar perlu diuji, ujarnya.

"Namun yang disesalkan, isu dari peramal itu ternyata menjadi menjadi konsumsi media yang kemudian mengeksposnya. Tayangan tersebut justru akan mengakibatkan warga menjadi stres dan kegiatan perekonomian menjadi stagnan," katanya.

Badrul menjelaskan, blok gempa di Siberut dengan siklus 200 tahun baru saja selesai. Sebab gempa pada 30 September 2009 dicatat BMKG dengan magnitude 7,6 SR, sedangkan Badan Geologi Amerika Serikat (USG) justru mencatat 7,9 SR.

Selanjutnya BMKG sudah meralat dan menyebut gempa di Sumatra mencapai 7,9 SR. Guncangan tersebut sudah cukup besar terutama terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.

Selanjutanya, gempa di Siberut sudah terjadi 10 April 2005, kemudian 16 Agustus 2009 sebesar 6,9 SR dan bahkan pada 30 September 2009 mencapai 7,9 SR.

Jika dipakai pola tersebut, katanya, diyakini tidak akan ada lagi gempa besar, begitu juga di Siberut dan Padang Pariaman termasuk Kota Padang.

"Atas kondisi tersebut, menyimak kembali pendapat pakar yang dikutip CNN, gempa di Sumatra justru mencapai 8,2 SR. Bahkan penelitian dari Jepang justru lebih besar dari itu," katanya yang mematok perhitungan dengan mengambil penelitian guncangan gempa di Sumatra berkekuatan 8,2 SR.

Gempa sebesar 8,2 SR itu, katanya, lagi tidak akan (sering) terjadi lagi di dunia, apalagi pada satu tempat dan mustahil akan terjadi berkali-kali juga pada satu tempat.

Terjadinya gempa berkekuatan besar, katanya, membutuhkan waktu (lama) untuk menghimpun energi yang cukup besar lagi.

"baca Lengkap :>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar