Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Sabtu, 08 Agustus 2009

hakikat manusia

HAKIKAT MANUSIA
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di permukaan bumi. Dimana manusia diberi akal pikiran untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi faktanya banyak manusia yang tidak memanfaatkan apa yang ada tersebut. Contonya para koruptor, dia adalah seorang pemimpin tapi kelakuaannya tidak mencerminkan seorang pemimpin. Disini terlihat bahwa seorang manusia tidak memanfaat apa yang diberikan oleh sang penguasa. Asal usul manusia dalam pandangan Islam tidak terlepas dari Adam. Dimana Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah degan segala karakter yang ada dan dipunyai oleh manusia. Seperti yanh dijelaskan di atas. Allah memahami tentang proses manusia dibuat dan di ciptakan. Seperti ayat dibawah ini :
Yang artinya :
“dan sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.( Q.S Al-Mu’minun 23:12)
Kemudian sarinpati tanah tersebut menjadi nuthtah. Kemudian posisi nuftah berada pada rahim. Yang dijelaskan oleh surat Al-Mu’ minun 23:14).
Yang artinya:“kemudian air mani itu telah Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang Kami bungkus dengan daging . Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang ( berbentuk ) lain. Maka Maha Sucilah Allah ). Pencipta Yang Paling Baik.( Q.S. Al-Mu’minun 23:14).
1. Ruh dan Nafs.
Ruh adalah sutu komponen yang penting menentukan ciri kemanusiaan manusia. Allah meniupkan ruh tersebut setelah selesainya penciptaan fisik. Hal ini dijelaskan dalam surat Shaad, 37:71-72

Artinya :
“(ingatlah )ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah “. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannyadan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) Ku. : maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepdanya”. (Q.S 38:71-72)

Hal ini membuktikan kebesaran Allah dan tentang keterbatasan manusia dalam bertindak karea sampai sekarang manusia belum ada manusia yang bisa mencitakan makhluk hidup. Gejolak nafs dapat dirasakan menyebar keseluruh bagian tubuh manusia karena tubuh manusia merupakan kumpulan dari bermilyaran sel hidup yang saling berhubungan. Dalam surat Az-Zummar (Q.S .39:42)
Hubungan antara nafs dan fisik manusia demikian erat, meski sukar untuk diketahui dengan pasti bagaimana hubungan itu berjalan. Apabila kondisi kejiwaan atau mental mengalami kerusakan juga mengakibatkan keruskan pada pisik.Misalnya, kesedihan dapat menyebakan mata mengeluarkan, cairan, kesengsaraan membuat badan kurus.
Perpisahan antara nafs dan fisik disebut maut dan ini adalah peristiwa yang paling misterius dalam kehidupan manusai sebelum ia mejumpai peristiwa-peristiwa lainya didunia berbeda.

2. Fitrah manusia
Kata fitrah berasal dara “Fatara” arinya ciptaan, suci dan seimbang. Menurut Lois Makluf dalam kamus Al-Mujid menyebutkan bahwa fitrah adalah sifat yang ada pada awal penciptaan manusia, sifat alami manusia, agama, dan sunnah. Sedangkan menurut Iman Al-Maraghi fitrah adalah kondisi dimana Allah fitrah adalah kondisi dimana Allah mencitakan manusia menghadapkan dirinya kepada kebenaran dan kesiapan untuk menggunakan pikirannya. Dengan demikian fitrah adalah sebagai kondisi awal sutau ciptaan atau kondisi awal manusia yang memilki potensi untk mengetahui dan cendrung kepada kebenaran ( hanif). Fitrah dalam arti penciptaan tidak hanya dikaitkan dengan penciptaan fisik, melainkan juga dalam arti rohania, yaitu sifat-sifat dasar manusia yang baik karena fitrah tersebut dalam konotasi nilai.
Lahirnya fitrah sebagai nilai dasar kebaikan manusia itu dapat dirujukkan pada surat Al-A’raf (7:172). Ayat tersebut menjelaskan bahwa fitrah yang berati hanif ( kecendrungan kepada kebaikan) yang dimiliki manusia karena terjadi proses kesaksian sebelum digelar dimuka bumi. Kesaksian ini merupakan proses fitrah manusia yang selalu memiliki kebutuhan terhadap agama karena itu manusia dianggap sebgai makhluk religius yang memilki potensi baik atau potensi moral sejak awal kelahirannya. Sementara itu fitrah dalam arti potensi adalah kelengkapan yang diberikan padasaat dilahirkan kedunia berupa potensi fisik dan potensi rohaniah.
Jadi manusia adalah makhluk ciptaan manusia yang sangat berbeda dengan makhluk lainnya di alam semesta ini karena memilki karakter yang khas di banding dengan makhluk yang lainnya.

3. Fungsi Manusia
Fungsi manusia dimuka bumi adalah sebagai khalifah yang berarti sebgai pemimpin, wakil, pengelola, dan pemelihara yang memegang mandat Allah untuk mewujudkan kemakmuran dan kehidupan yang baik dimuka bumi dengan cara mengolah dan mendayagunakan apa yang ada dimuka bumi ini demi kepentingan hidupnya. Pernyataan ini dijelaskan dalam surat A-Baqorah ayat 30. Yang artinya:
“ingatlah ketika Tuhan mu berfiman kepada para malaikat : “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.” Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah ) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Untuk melaksanakan funsinya itu manusia dibekali potensi yang dimiliki oleh manusia harus dikerahkan secara optimal dan dinamis namun tetap dilandasi dengan ketundukan dan ketaantan kepada Allah S,W.T yang merupakan refleksi dari fungsi penciptaan sebagai khalifah yang akan diminta pertanggung jawabannya. Hal ini dijelaskan dalam surat Fatir ayat 39 yang artinya : “ dialah yang menjadikan kamu khlaifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapa yang kafir , maka ( akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendriri. Dan kekafiran orang-oarang yang kafir itu tidak lain hanya akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanya lah menambah kerugian mereka belaka.
4. Tujuan manusia
Tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah S.W.T. Sebagai mana tertuang dalam surat Adz-Dzaryat ayat 56. Yang atinya: “dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengapki kepada Ku.
Ibadah yang dilakukan manusia didasari oleh kebutuhan terhadap Allah S.W.T karena manusia diciptakan,diatur dan dikembalikan kepada Nya. Oleh karena itu ibada dilakukan secara ikhlas dan tanpa paksaan karena Allah tidak membutuhkan sedikitpun kepda manusia termasuk ritual-ritual penyembahannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar