Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Sabtu, 08 Agustus 2009

PERKEMBANGAN EMOSI

PERKEMBANGAN EMOSI


a. Pengertian Emosi
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa emosi adalah suatu keadaan kejiwaan yang mewarnai tingkah laku. Emosi juga dapat diartikan sebagai suatu reaksi psikologis yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku gembira, bahagia, sedih, berani, takut, marah, muak, haru, cinta, dan sejenisnya.
Berbagai definisi tentang emosi dikemukakan oleh para ahli psikologi :
1. Hathersall (1985), merumuskan pengertian emosi sebagai situasi psikologis yang merupakan pengalaman subjektif yang dapat dilihat dari reaksi wajah dan tubuh.
2. Keleinginna and Kelenginan (1981), berpendapat bahwa emosi seringkali berhubungan dengan tingkah laku.

b. Ciri – Ciri Emosi Remaja
Remaja memiliki karakteristik pemunculan emosi yang berbeda bila dibandingkan dengan pada masa kanak-kanak maupun dengan orang dewasa. Ciri khas yang terjadi pada remaja adalah :
1. Emosi mudah meluap (tinggi). Meluapnya emosi remaja sering muncul karena tidak terpenuhinya kebutuhan mereka, misalnya : keinginan yang tidak dipenuhi orang tua, tidak mendapat perhatian dari teman sebaya, dan sebagainya.
2. Mudah muncul emosi negatif. Emosi negatif muncul atau yang ditampilkan dapat berupa marah, benci, sedih, dan sebagainya. Misalnya benci pada guru yang pilih kasih, sedih jika tidak mendapat perhatian, dan lain-lain.

Emosi negatif tersebut dapat berakibat terjadinya gangguan emosional, yaitu sebagai berikut :
 Depresi atau sedih yang mendalam,
 Mudah pingsan karena terlalu sensitif dan perasa, khususnya terhadap sesuatu yang menakutkan atau menyedihkan.
 Mudah tersinggung dan sensitif terhadap orang lain.
 Sering cemas karena terlalu banyak memikirkan bahaya / kegagalan,
 Sering ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu atau bertindak.

c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Remaja

Faktor yang mempengaruhi emosi dapat dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu :
1. Faktor Internal
Gangguan emosi yang mereka alami antara lain adalah :
a. Merasa tidak terpenuhi kebutuhan fisik mereka secara layak, sehingga timbul ketidakpuasan, kecemasan, dan kebencian terhadap nasib mereka sendiri.
b. Merasa dibenci, disia-siakan, tidak mengerti, dan tidak diterima oleh siapapun termasuk orang tua mereka.
c. Merasa lebih banyak dirintangi, dibantah, dihina serta dipatahkan dari pada disokong, disayangi, dan ditanggapi, khususnya ide-ide mereka.
d. Merasa tidak mampu atau bodoh.
e. Merasa tidak menyenangi kehidupan keluarga mereka yang tidak harmonis seperti sering bertengkar, kasar, pemarah, cerewet atau bercerai.
f. Merasa menderita dan iri terhadap saudara (kandung) karena disikapi dan dibedakan secara tidak adil.

2. Faktor Eksternal
Menurut Hurlock (19800 dan Leulla Cole (1963) faktor yang mempengaruhi emosi negatif adalah :
a. Orang tua atau guru memperlakukan mereka seperti anak kecil yang membuat harga diri mereka di lecehkan.
b. Apabila dirintangi membina keakraban dengan lawan jenis .
c. Terlalu banyak dirintangi dari pada disokong.
d. Disikapi secara tidak adil oleh orang tua.
e. Merasa kebutuhan tidak di penuhi oleh orang tua padahal orang tua mampu.
f. Merasa disikapi secara otoriter.

d. Usaha-Usaha Guru Dan Orang Tua Untuk Mengembangkan Emosi Positif Remaja

Emosi negatif pada dasarnya dapat diredam sehingga tidak menimbulkan efek negatif. Beberapa cara untuk meredam emosi adalah :
e. Berfikir positif dalam arti mencoba melihat sesuatu peristiwa atau kejadian dari sisi positifnya.
f. Mencoba belajar memahaimi karakteristik orang lain. Memahami bahwa orang lain memang berbeda dan tidak dapat memaksakan orang lain berbuat sesuai dengan keinginan sendiri.
g. Mencoba menghargai pendapat dan kelebihan orang lain.
h. Introspeksi dan mencoba melihat apabila kejadian yang sama terjadi pada diri sendiri, mereka dapat merasakannya.
i. Bersabar dan menjadi pemaaf.
j. Alih perhatian, yaitu mencoba mengalihkan perhatian pada objek lain dari objek yang pada mulanya memicu pemunculan emosi negatif.

Oleh sebab itu untuk membantu mengembangkan emosi positif dalam diri siswa / anak baik orang tua maupun guru hendaknya melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
1. Orang tua dan guru serta orang dewasa lainnya dalam lingkungan anak (significant person) hendaknya dapat menjadi model dalam mengekspresikan emosi-emosi negatif, sehinngga tampilannya tidak meledak-ledak.
2. Adanya program latihan beremosi baik di sekolah maupun di dalam keluarga, misalnya dalam merespon dan menyikapi sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
3. Mempelajari dan mendiskusikan secara mendalam kondisi-kondisi yang cenderung menimbulkan emosi negatif, dan upaya-upaya menanggapinya secara lebih baik.
4. Membantu remaja mengatasi berbagai masalah pribadi dengan mendorong mereka untuk mengungkapkan masalah pribadinya itu kepada orang yang dipercayainya.
5. Melatih dan menyibukkan remaja dengan berbagai kegiatan fisik yang menguras banyak energi sehingga gejolak emosi mereka dapat disalurkan.
6. Menciptakan berbagai kesempatan yang memungkinkan remaja berprestasi dan mendapatkan harga diri.
Sumber:
Tim Pembina Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Padang : UNP

Elida Prayitno. 2006. Psikologi Perkembangan Remaja. Padang : Angkasa Raya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar