Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Sabtu, 08 Agustus 2009

jawaban ujian tengah semester filsafat pendidikan

JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER
FILSAFAT PENDIDIKAN

1. Kedudukan filsafat pendidikan dalamhubungan dengan filsafat dan pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut.

Jawabanya:
Filsafat pada awalnya berasal dari Keyakina(A) terhadap penampakan benda-benda dan peristiwa-peristiwa sebagai mana yang tampak, kemudian dianalisis dengan cara yang berbeda beda oleh manusia dan pandangan yang berbeda, melalui pengujian yang kritis sehinga menimbulkan suatu jalan pemikiran yang disebut dengan Filsafa(B)t. Filsafat memililki lapangan tersendiri ia memikirkan asumsi fundamental cabang-cabang pengetahuan lainya,. Apabila filsafat berpalling perhatianya pada sain, maka laihiralah filsafat sain, apa bila filsafat menguji konsep hukum maka munculah filsafat hukum dan apa bila filsafat berhadapan dan memikirkan pendidikan maka lahirlah Filsafat Pendidikan(C). Filsafat pendidikan berusaha memahami pendidikan secara keseluruhan, menafsirkan dengan konsep-konsep umum, yang akan membimbing kita dalam memilih tujuan dan kebijakan pendidikan. Oleh sebab itu filsafat membutuhkan Ilmu Pendidikan (B) untuk mencapai hal yang diinginkan tersebut yang sangat berperan untuk terbentuknya filsafat pendidikan dimana ilmu pendidikan dan cabang-cabang yang lainya merupakan landasan bagi terlaksananya pendidkan yaitu pendidikan teoritis dan pendidikan praktis(B II), serta pendidkan sebagai pengalaman yang dapat merubah perbuatan atau Pendidikan Sebagai Perbuatan(B III) Di dalam ilmu pendidikan terdapat Bahan-Bahan Empiris(B IV) tentang pendidikan yang berpengaruh ke dalam ilmu pendidikan akan bermuara kepada kehendak dan perbuatan yang praktis dan kemudian pendidikan sebagai perbuatan atau pengalaman -pengalaman dari bahan empiris tersebut. Oleh karana itu ilmu pendidikan mengkoor dininasikan semua hasil hasil penemuan yang berlainan dan berbeda-beda, maka Filsafat Pendidikan menafsirkan penemuan yang berkaitan dengan ilmu pendidikan. Disisni ilmu pendidikan sangat membutuhkan Filsafat Pendidikan(E) dikaranakan masalah pendidkan tidak hanya pengalaman. Dalam pendidkan akan muncul amsalah yang lebih medalam, lebih liuas, lebih kompleks, yang tidak dibatasi oleh pengalaman fakta-fakta pendidikan yang factual, yang tidak memungkinkan dijangkau oleh ilmu pendidikan maka filsafat pendidikan sangatlah dibutuhkan.
2. Tingkat kebenaran digambarkan sebagai berikut:

Coba anda tafsirkan apa yang diamksud oleh gambar tersebut ?
Jawabanya :
Tingkat kebenaran yaitu:
1) Kebenaran indera
Merupakan tingkatan yang paling sederhana yang paling mendasar bagi manusia yang menuntutut terhadap kemampuan pemahaman panca indera manusia dan tanpa memerlukan keahlian khusus, dimana kebenaran disini mempunyai kelemahan yang cukup besar, dimana masing- masing hasil pengamatan berbeda (relative) tergantung caranya pengujianya, kwalitas alat indera yang bersifat subjektif dan sering menumbulkan rasa keraguan(kurang mempercayai) karana panca indera serin menipu kita. Dikarnakan proses kebenaran yang didapat secara tidak disadari atau tidak disengaja.
2) Kebenaran ilmiah
Adalah kebenaran yang baerdasarkan kepada pengalama yang diolah secara ilmiah sengan mengunakan rasio atau setelah mencari kebenaran melalui indera semuanya itu diolah melalui konsep analisis. Pada tingkat ini kita lebih dapat menemukan kebenaran secara lebih di terima dengan akal pikiran dan logika atau secara nalar yang benar. Di sini kita dapat mencari kebenaran lebih kritis, terstruktur dan objektif, berupaya menampilkan suatu pandangan secara menyeluruh tentang segala sesuatu. Kebenaran ini mempunyai system tertentu yaitu mlealui hasil penelitian sudah secara teratur dan tertentu yang merupakan suatu kebulatan ilmiah atau yang telah tersusun secara sistematis.
3) Kebenaran Filosofis
Adalah menganalisis atau mengolah bahan-bahan ilmiah atau Ilmu pengetahuan melalui pengunaan akalbudi. Di sini diminta mencari kebenaran yang sedalam-dalamya atau yang hakiki. Menggunakan pikir murni atau fikir filosofis sehingga melampaui batas pengalaman empiris atau ilmiah. Kebenaran ini denagan sadar dicari untuk mendapatkan kebenaran yang sedalam-dalamnya dimana yang menjdi sabjek adalah benda yang dan mungkin ada. Berguna bagi kehidupan sehari-hari, mempunyai metoda dan system tertentu seperti ilmu.
4) Kebenaran Religius
Dimana dalam mencari kebenaran bersifat mutlak dan sempurna secara univrersal. Kebenaran ini bersal dari Tuhan Yang Maha Esa dengan perantara Nabi-Nabi atau Rasul utusan Allah yang berwujud firman Tuhan seperti Al-Quran, Injil, dan lain-lain sesuai dengan agama kepercayaan masing-masing. Dimana tujuan kebenaran disini utuk mencari atau mencapai kehidupan yang sejahtera baik lahir maupu bathin.
Dari Seluruh tingkat tingkat kebenaran yakni, pkebenaran indera, kebenaran ilmiah, dan kebenaran filosofis terhimpun pada puncak kebenaran religi ini.
3. Secara filsafati, pendidikan dapat dirumuskan sebagai usaha memanusiakan manusia.
a. Coba saudara jelaskan apa maksud yang terkandung dalam statement tersebut?
b. Kemukakan dan jelaskan pemikiran yang melandasi statement tersebut!
Jawabanya:
a. Maksud yang terkandung adalah:
Manusia adalah ciptaan Tuhan YME, yang diberikan 3 kelebihan utama, pertama dari ruh yang bisa membuat manusia hidup di muka bumi, kedua tubuh/jasad yang sempurna dan ketiga adalah akal yang mampu membuat manusia bisa menaklukkan dunia dan alam sekitarnya untuk memudahkan kehidupannya. Makhluk hidup lain yang diciptakan Tuhan YME tidak memiliki akal, akal inilah yg melebihkan manusia dari makhluk lainnya. Dengan kemampuan menggunakan akal inilah manusia baru dapat dikatakan manusia Kemampuan bagaimanakah sehingga kita dapat menggunakan akal kita dengan baik? Jawabnya agar akal kita berfungsi dengan baik adalah berpikir.
Berfikir adalah cara akal bekerja, sementara apa yang dibutuhkan oleh akal untuk berfikir tidak lain adalah ilmu.
Ilmulah yang membuat manusia menjadi bisa menaklukkan alam semesta, dan dengan ilmu jualah manusia mampu mengendalikan ruh dan jasadnya, sehingga manusia bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Ilmu adalah buah dari hasil pendidikan dan proses pendidikan harus menggunakan akal. pendidikan sebagai mengubah dan memindahkan nilai-nilai kebudayaan kepada setiap individu masyarakat melalui pelbagai proses. Proses pemindahan tersebut ialah pengajaran, latihan dan indoktrinasi. Pemindahan nilai-nilai melalui pengajaran ialah memindahkan pengetahuan dari individu kepada individu yang lain; dan latihan ialah membiasakan diri melakukan sesuatu bagi memperoleh kemahiran, sementara indoktrinasi pula menjadikan seseorang dapat meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Pendidikan sebagai pendidikan bagi keseluruhan hidup termasuklah akal, hati dan rohani, jasmani, akhlak, dan tingkah laku. Ia bertujuan untuk menyediakan manusia bagi menghadapi masyarakat yang sering menghadapi kebaikan dan kejahatan, kemanisan dan kepahitan. Orang yang mempunyai gelar dan pangkat yang tinggi bukan menjadi tolak ukur bagi dirinya telah menjadi manusia seutuhnya, karena belum tentu dia memiliki pengalaman yang banyak, pendidikan yang benar. Dengan adanya pendidikan yang benar maka manusia dapat menjadi manusia yang seutuhnya (memanusiakan manusia), seseorang yang memiliki pendidikan yang kurang banyak tentu kurang juga pengalamannya yang dapat kita lihat dari segala gerak-geriknya yang tidak baik yang membuat banyak orang menderita. Tentu di sini yang menjadi tolak ukurnya adalah pendidikan yang benar dengan ikuti pengalaman latihan yang baiklah yang mampu memanusiakan manusia, yang mampu membuat manusia itu berprilaku memberikan manfaat bagi banyak orang atau juga dapat diambil kesimpulan bahwa Maksud dari memanusiakan manusia yaitu untuk membudayakan manusia. Ini berarti bahwa manusia tidak akan menjadi manusia tanpa dimanusiakan. Individu menjadi manusia seperti sekarang ini adalah karena proses belajar atau proses interaksi manusia dengan manusia lain. Proses pemanusiaan ini terjadi jika adanya transaksi pendidikan yang dilandasi dengan sikap saling menghargai harkat masing-masing pendidik dengan peserta didik dalam dunia pendidikan. Pendidikan berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup pribadi dengan masyarakat yang mendorong atau mengarahkan manusia untuk terlibat dalam proses mengubah kehidupan kearah yang lebih baik, mengembangkan kepercayaan diri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sepanjang hidup.
a. pemikiran yang melandasi statement tersebut adalah
• pandangan humanistic
Belajar menurut pandangan humanistic merupakan funsi dari keseluruhan pribadai manusia yang melibatkan factor intelektual dan emosional, motivasi belajar hariusa datang dari dalam diri manusia itu sendiri. Pandagan ini dipakarri oleh Roge, Hansen, Adlert dan Martin buber. Dimana human dapat diartikan sebagai manusia yaitu memahami keberadaan mnusia yang hakiki, oleh karena itu manusi dan diri manusia bardasarkan rasio pemikiran manusia juga
Dimana manusia tidak diserahkan kepada instingnya sebagai mana yang dikemukakan Freud, akan tetapi manusia dalam batas tertentu mempunyai hak atau otonomi untuk arah kehifupanya dimasa depan.
Manusia adalah makhluk yang bertangung jawab atas segala perbuatanya, karena manusia dituntut dan diberi tangung jawab disinilah beda manusia dengan binatang
4. Ada dua jenis pendekatan dalam pendidikan yang bersifat dilematis, yaitu individualistic dan sosialitik
a. Coba saudara jelaskan mengapa dapat dikatakan dilematis?
b. Bagai mana pula pendapat saudara dengan hal tersebut?
Jawabanya:
a. Hal ini timbul dikarnakan sifat manusia yang bersifat individualis dan sosialis, individualistic merupakan angapan diman seseorang dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang laian dan dari segi lain manusia mrupakan makluk yang sosilis damana ia membutuhkan berinteraksi dengan orang lain. Oleh sebab itu sebaikya ke dua hal ini dapat berjalan lancer, diman sese orang harus merelakan salah satu kepentinagan mereka terampas oleh kepentingan orang lain
b. Menurut pendapat saya tentang individulistis dan sosialis ini adalah menyatakan bahwa manusia adalah merupakan makluk yang individualis daiman amusia berbeda satu sama lain dan bersifat unik baik dalam bentuk fisisk dan juga perasaan, pemikiran, hati, tidak ada yang sama walupun ia kembar. Maka dengan pendidikanlah yang dapat menyatukan setiap keunikan trsebut. Diamna sekolah atau pendidikan dalah suatu proses brinteraksnya manusia satu dengan manusia yang lainya untuk mencapai tujuan yang sama yaitu pendidikan. Manusia tidak akan menmahami siapa dirinya dan tidak dakan dapat memunculkan potensi dirinya sebelum ia berinteraksi dengan orang lain atau disebut dengan bersosialisasi. Dikarnakan manusia merupakan makhluk social yang bagai mana kita rasakan yaitu membutuhkan oranng lain.
5. Menurut psiko analisis, struktur jiwa manusia dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Coba saudara bahas atau tafsirkan makna yang terkandung dalam gambar tersebut?
b. Mendurut pendapat saudara pada bahagian mana saja pendidikan mempunyai perana yang penting , mengapa demikian pendapat saudara?

Jawabanya:

a. Dari gambar tersebut terdapat 2 Makna yaitu
1. Pembahagian pribadi manusia yang terdiri dari 3 komponen yaitu:
a. ID
Id Merupakan system kepribadian yang asli ; id merupakan rahim dri tempat ego dan super ego berkembang id berisikan segala sesuatu yang psikologis diwarisi dan telah ada sejak lahir,termasuk insting-isting. Id merupak reservior energy psikis dan menyediakan seluruh daya untuk menjalankan kedua system yang lain. Id berhubungan erat dengan proses- proses jasmaniah dari mana id mendapatkan energinya, Freud berpendapat id merupakan kenyataan psikis yang sebenarnya, karena id mempresentasikan dunia batin pengalaman subjek dan tidak mengenal kenyataan objektiv.
Id bisa mengalami peningkatan energy yang dialaminya sebagai keadaan-keadaan tegfangan yang tidak menyenangkan. Karena itu apabial tingkat tegangan organism meningkat, entah sebagai akibat stimulasi dari luar atau rangsangan –rangsangan yang timbul dari dalam, maka id bekerja sedemikian rupa untuk segera menghentikan tegangan yang merupakan prinsip kerja id yang disebut dengan kenikmatan .
Untuk melaksanakan tugas menghindari rasa sakit dan mendapatkan kenikmatan ID memiliki dua proses. Kedua proses itu adalah tindakan reflek dan proses primer. Tindakan reflek adalah reaksi otomatis dan bawaan seperti bersin dan berkedip, tindakan reflek itu biasanya segera mereduksi tegangan. Oraganisme yang dilengkapi dengan sejumlah reflek seamcam itu untuk menghadapi bentuk rangsangan yang relative sederhana. Proses primer menyangkut sesuatu reaksi psikologis yang sedikkit lebih rumi. Ia berusaha menghentikan tegangan dengan membentuk khayalan dengan objek yang dapt menhilangkan tegangan tersebut. Misalnya proses primer menyediakan khayalan tentang makanan tentang orang yang lapar. Pengalaman halusinatorik dimana objek-objek yang diingin kan ini hadir dalam bentuk gambaran ingatan disebut pemenuhan hasrat.
Jadi Id ini meliputi berbagai jenis keinginan, dorongan, kehendak dan insting manusia yang mendasari perkembangan individu yang sering juga disebut denngan libido seksual atau dorongan untuk mencapai kenikmatan hidup dalam id ini terdapat dua unsure yang paling utama yaitu: unsure seksual dan unsure agresif sebagai daya pengerak kejiwaan atau tingkah laku manusia. Oleh karena itu setiap individu pasti akan berusaha untuk memuaskan apa yang dinginkanya.

b. Ego
Berfungsi untuk menjembatani id dengan dunia luar atau kenyataan. Ego berguna mengatur gerak gerik dalam pemuasan harsat dengancara tidak memenuhi segal dorongan dari id.
Ego timbul karena kebutuhan organism memerlukan transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. misalnya orang yang lapar harus mencari, menemukan, dan memeakan makanan sampai rasa lapar itu hilang. Berartio orang harus bisa belajar membedakan antara gambaran tentang makanan dan presepsi actual tentang makanan seperti yang ada didunia nyata. Setelah melakukan perbedaan yang sangat penting ini, maka kita hrus merubah pandangan atau gambaran ini kedalam bentuk peresepsi yang terlaksanakan dengan menghadirkan makanan dilingkungan ini dengan kata lain orang mencocokan makanan dengan gambaran ingatanya dengan penglihatan maupun pemciumanya, terhadap makana melalui panca inderanya.
Perbadaan pokok dantara id dengan ego adalah id hanya mengenal kenyataan yang subjektif-jiwa sedangkan ego membedakan antara hal-hal yang terdapat dalam batin dan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar.
c. Super ego
Superego merupakan sebagai wasit dari tingkah laku individu senagn lingkungan, dimana super ego tumbuh dan berkembang bsrkat interaksi dar individu dengan lingkunganya seperti mengatur nilai, nilai agama, moral, adat, tradisi, dan norma hukum.
2. Kepribadaian tersusun dari tiga kelompok yakni: id, ego dan super ego. Meskipun ke 3 komponen kepribadian ini mempunyai fungsi, sifat-sifat, komponenen, prinsip kerja dinamisme, dan mekanisme tersendiri, namun mereka berrinteraksi dengan begitu erat satu sama lain sehingga sulit memisahkan pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Tingkah laku merupakan produk dari interaksi diaantara ketiga system tersebut, jarang salah satu system berjalan terlepas dari kedua system lainnya.
b. Menurut pendapat saya Bahagian yang dimana pendidikan mempunyai peranan yang terpenting dalam pendidikan adalah
Kesemua unsur, hal ini dikarenakan jika hanya satu unsur saja yang dididik maka unsur yang lainya akan tergangu, hal ini dikarnakan karena ke tiga unsur tersebut merupkan system dimana satu sama lain tidak bisa dipisah. Dimana id bertugas untuk membentuk atau memotivasi seseorang untuk mencapai hal yang diinginkanya, Ego berguna utuk pengatur dan super ego berguna untuk mengawasai tindakan atau yang dihasilkan oleh ego dan id. Oleh karena itu alangkah baiknya pendidikan dilakukan terhaadap ke tiga unsur ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar