Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Sabtu, 08 Agustus 2009

SPEKTRUM PROFESI KONSELING

SPEKTRUM PROFESI KONSELING

Wawasan Bimbingan Konseling
1. Paradigma bimbingan dan konseling
Merupakan bantuan psiko paedagogfi dalam bingkai budaya. Maksudnya bantuan bimbingan dan konseling ini diebrikan multi siplinafibasic yaitu menggunakan banyak ilmu yang terkait dengan manusia karena bimbingan konseling terkait dengan manusia antara manusia, oleh manusia dan untuk kesejahteraan manusia.
2. Visi bimbingan dan konseling
Merupakan terwujudnya kehidupan kemanusaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, bahagia dan mandiri.
VISI BIMBINGAN
1. Bimbingan dan konseling merupakan komponen system pendidikan yang berorientasi kepada upoaya pengembangan potensi, kompetensi atau tugas-tugas perkembangan peserta didik (mahasiswa) secara optimal.
2. Penyelenggaraan program bimbingan dan konseling merujuk kepada norma-norma idealis-filosofis, konseptual dan praktis.
3. Program bimbingan merupakan komponen terpadu dengan program pendidikan secara keseluruhan.
4. Program bimbingan dan konseling diorientasikan kepada pengembangan pribadi mahasiswa yang berkemampuan belajar sepanjang hayat dan berorientasi secara sehat dan benar dalam lingkungannya.
3. Misi bimbingan dan konseling
a. Misi pendidikan
Merupakan perseta didik dan warga masyarakat melalui pengembangan prilaku efektif normative dalam kehidupan keseharian dan terkait dengan masa depan. Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003 Guru, dosen, konselor, pameng belajar, widia suara, tutur, instruktur dan fasilitator.
b. Misi pengembangan
Merupakan memfasilitasi perkembangan individu di dalam suatu pendidikan formal dan non formal, keluarga, isntansi, dunia usaha, dunia industry dan kelembagaan masyarakat lainnya. Kearah per kemabngan optimal melalui strategi upaya perkembangan individu, lingkungan belajar, dan lingkungan lainnya serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat.
c. Misi pengentasan masalah
Merupakan proses membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu mengacu kepada kehidupan efektif sehari-hari.

4. Bidang bimbingan dan konseling
1. Bidang bimbingan, pribadi social
Dalam bidang ini, membantu sisiwa menentukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan membatu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan social yang dilandasi budi pekerti luhur.
Bimbingan pribadi social berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi penumulan-pengumulan.
2. Bidang bimbingan belajar
Bimbingan belajar atau akademik ialah bimbingan dalam hal menemukan cara yang tepat, dalam memeilih program studi yang sesuai dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar dia suatu institusi pendidikan.
Kekeliruan dalam memili program studi di tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dapat membawa akibat fatal bagi kehidupan seseorang.
Cara-cara belajar yang salah mengakibatkan, bahwa materi program-program studi tidak dikuasai dengan baik, sehingga dalam mengikuti program studi kelanjutan akan timbul kesulitan (W.S. Winkel, 1991 : 125-126)
3. Bidang bimbingan karier
Dalam bidang bimbingan karier, membantu siswa merencanakan dan mengembangkan masa depan karier seperti :
a. Pemantapan pemahaman dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan.
b. Pemantapan orientasi dan informasi karier.
c. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
d. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi.

5. Kegiatan bimbingan dan konseling
1. Kegiatan Akademis
- Membantu mahasiswa menyusun rencana kegaitan belajarnya, membantu mahasiswa dalam memilih mata kuliah setiap setiap semester.
- Membantu perkembangan prestasi mahsiswa dengan menyusun pertemuan per kala
- Mambantu mahasiswa dalam memahami peraturan-peraturan akademi
- Membantu menyelesaikan masalah-masalah akademis yang dihadapi mahasiswa.
2. Kegiatan non-akademis
- Membantu mahasiswa menyelesaikan hambatan-hambatan dalam sosialisasi
- Membantu mahasiswa dalm mengatasi masalah-masalah fisik dan psikis.
- Membantu menyelesaikan diri dengan lingkungan/ kehidupan kampus
- Member nasehat terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa.
6. Kode etik
1. Umum
a. Mengingat adanya keragaman keanggotaan dalam ikatan
b. Dengan masuk ikatan
c. Anggota sebagai pribadi selalu menilai perilaku-perilaku dan sikap-saikapnya
d. Anggot sebagai warga masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila
e. Anggota menyadari kedudukannya sebagai pendidik.
f. Dalam hubungannya dengan orang lain dari lain jenis kelamin
g. Dalam pergaulan dengan orang atau individu yang ditanganinya.
h. Dalam pelaksanaan tugas layanan di bidang bimbingan konseling
i. Dalam pergaulan umum dan khususnya dalam menjalankan tugas layanan bantuan
j. Dalam memberikan keterangan anggota memastikan bahwa keterangan itu cermat, dapat dipercaya objektif.
2. Konseling
Anggota ikatan yang menjalankan tugas bantuan khusus berupa layanan konseling harus mematuhi kode etik yang berlaku bagi konselor seperti yang Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) yang bertujuan memajukan kesejahteraan rohaninya, menjadi kerahasiaan data atau keterangan mengenai klien dan mengungkapkan diri klien tidak membeda-bedakan klien
3. Hubungan dengan rekan sejawat
Dalam hubungan dengan rekan sejawat atau orang lain, anggota ikatan atau bukan, anggotakan menjauhkan diri dari ucapan-ucapan yang menjelek-jelekkan nama baik rekan sejawat lain, anggota atau tidak.
4. Konsultasi
1. Anggota meminta bantuan konsultasi kepada rekan sejawat, dan dengan senang hati menerima uluran bantuan konsultasi dari rekan sejawat.
2. Anggota dengan senang memberikan konsultasi professional kalau diminta oleh rekan sejawat, baik anggota maupun bukan.
5. Hubungan dengan lembaga
1. Kalau anggota bekerja dalam satu lembaga maka ia menjalankan tugasnya dengan baik.
2. Kalau anggota bekerja di suatu lembaga maka pertimbangan yang utama dalam pelaksanaan tugasnya.
6. Testing
Anggota ikatan yang menjalankan tes atau menggunakan alat pengukuran psikologis pada umumnya harus mematuhi ketentuan kode etik yang dikeluarkan IPBI untuk konselor
7. Penelitian (Riset)
Anggota ikatan melakukan penelitian, dan penelitian itu mengunakan orang sebagai subjeknya, maka ia mematuhi ketentuan etika yang berlaku pada intinya adalah bahwa ia mengusahakan agar subjek tidak dirugikan atau dalam bahaya atau mengalami cidera.
8. Publikasi
Dalam mempublikasikan hasil karya tulisnya, termasuk hasil karya penelitian, anggota, selalu memperhatikan ketentuan teknis dan etis yang berlaku didalam pembuatan karya tulis dan penerbitannya serta mengusahakan sejauh mungkin bagi tercapainya taraf mutu yang tinggi.

7. Pengertian Bimbingan dan konseling
Merupakan proses sinerjik untuk mengobtimalkan energy sumber daya manusia pada diri klien dalam rangka pengmebangan dan pemecahan masalah yang bertujuan membantu individu mengembangkan diri secara obtimal sesuai dengan potensi perkembangan diri dan tuntutan lingkungan.




8. Tujuan bimbingan dan konseling
a. Menurut Hamrin dan Clifford (dalam Jones, 1956)
Untuk membantu individu membuat pilihan-pilihan, penyesuaian-penyesuaian dan interpretasi dalam hubungannya dengan situasi-situasi tertentu.
b. Menurut Bradshow (dalam Mc Daniel, 1956)
Untuk memperkuat fungsi-fungsi pendidikan
c. Menurut Tiendenian (dalam Bernard dan Fullmer, 1969)
Untuk membantu orang-orang menjadi insan yang berguna, tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan-kegiatan yang berguna saja.

9. Fungsi bimbingan konseling
Fungsi bimbingan dan konseling ditinjau dari kegunaan dan manfaat atau keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
a. Fungsi pemahaman
Dalam fungsi pemahaman, kegunaan, manfaat atau keuntungan-keuntungan dapat diberikan oleh layanan bimbingan dan konseling yang berkenaan dengan pemahaman-pemahaman yang sangat perlu dihasilkan oleh layanan bimbingan dan konseling adalah pemahaman tentang diri klien.
b. Fungsi pencegahan
Upaya pencegahan sebagai sesuatu yang baik dan perlu dilaksanakan bagi konselor professional yang misi tugasnya di penuhi dengan perjuangan untuk menyingkirkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi perkembangan individu.
c. Fungsi pengetasan
Upaya pengetasan masalha pada dasarnya dilakukan secara peronrangan sebab setiap masalah adalah unit disesuaikan terhadap kondisi masing-masing masalah. Konselor perlu kesediaan bahan dan keterampilan untuk menangani berbagai masalah yang beraneka ragam.

d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan
Memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai dalam lingkungan yang baik. Lingkungan fisik, social, dan budaya harus dipelihara dan sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk kepentingan individu dan orang lain.

10. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling
a. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran pelayanan
Sasaran pelayanan bimbingan dan konseling adalah indvidu-individu baik secara perorangan maupun kelompok
b. Prinsip-prinsip berkenaan dengan masalah individu
Berbagai factor yang mempengaruhi perkembangan dan kehidupan individu yaitu factor positif dan factor negative
c. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program pelayanan
Pelayanan bimbingan dan konseling diselenggarakan secara insedental maupun terprogram
Pelayanan insendental merupakan pelayanan konser yang sedang menjalankan praktek-pratek pribadi.
d. Prinsip-prinsip berkenaan dengan pelaksanaan layanan
Pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling (baik bersifat incidental maupun terprogram) di mulai dengan pemahaman tentang tujuan layanan yang dilaksanakan oleh konselor professional.
e. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling disekolah
Dalam lapangan operasional bimbingan dan konseling di sekolah, pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan amat baik.

11. Asas-asas Bimbingan dan Konseling
a. Asas-asas kerahasian
Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain kecuali atas izin klien
b. Asas kesukarelaan
Proses bimbingan dan konseling harus berlangsung atas dasar kesukarelaan baik dari pihak klien maupun dari pihak konselor
c. Asas keterbukaan
Dalam pelaksanaan bimbingan dan konselor sangat diperlukan suansana keterbukaan, baik keterbukaan di konselor maupun keterbukaan di klien.
d. Asas kekinian
Masalah individu yang ditanggulangi ialah masalah yang sedang dirasakan bukan masalah yang sudah lampau, dan juga bukan masalah yang mungkin akan dialami di masa yang akan dating.
e. Asas kemandirian
Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan menjadikan klien dapat berdiri sendiri, tidak tergantung pada orang lain atau tergantung pada konselor.
f. Asas kegiatan
Usaha bimbingan dan konseling tidak akan memberikan buah yang berarti bila klien tidak melakukan sendiri kegiatan dalam mencapai tujuan bimbingan dan konseling.
g. Asas kedinamisan
Usaha pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjadinya perubahan pada diri klien, yaitu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik.
h. Asas keterpaduan
Pelayanan bimbingan dan konseling berusaha memadukan sebagai aspek kepribadian klien yang keadaannya tidka seimbang, serasi dan terpadu justru akan menimbulkan masalah.
i. Asas kenormatifan
Usaha bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku
Asas kenormatifan ini diterapkan terhadap proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling
j. Asas keahlian
Usaha bimbingan dan konseling perlu dilakukan asas keahlian secara teratur dan sistematik dengan menggunakan prosedur, teknik dan alat (instrumentasi bimbingan dan konseling) yagn memadai.
k. Asas ahli tangan
Dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling, asas ahli tangan jika konselor sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu individu yang bersangkutan
l. Asas tutwuri handayani
Asas ini menunjukkan pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara konselor dank lien
12. Landasan bimbingan dan konseling
a. Landasan filosofis
Kata filosofi atau filosof berasal dari bahasa yunani : Philos berarti cinta, dan shopos berarti bijaksana.
Jadi filosofis berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan
Pemikiran yang paling dalam, paling luas, paling tinggi dan paling tuntas itu mengarah kepada pemahaman tentang hakikat sesuatu. Pemikiran dan pemahaman filosofis menjadi alat yang bermanfaat bagi pelayanan bimbingan dan konseling.
b. Landasan Religius
Dalam landasan religious bagi layanan bimbingan dan konseling perlu ditekankan tiga hal pokok, yaitu,
• Keyakinan bahwa dan seluruh alam semesta adalah makluk Tuhan.
• Sikap yang mendorong perkembangan dan perikehidupan manusia berjalan kea rah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama.
• Upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal dan suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan tekonologi) serta kemasyarakatan.
c. Landasan Psikologis
Psikologis merupakan kajian tentang tingkah laku individu. Landasan psikologi dalam bimbingan adan konseling berarti memberikan pemahaman tentang tingkah laku individu yang menjadi sasaran layanan (klien)
Untuk keperluan bimbingan dan konseling sejumlah daerah kajian dalam bidang psikologi perlu dikuasai yaitu:
1. Motif dan motivasi
2. Pembawaan dasar dan lingkungan
3. Perkembangan individu
4. Belajar, balikan dan penguatan
5. Kepribadian

d. Landasan social budaya
Sebagai manusia harus mengembangkan ketentuan yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing individu sebagai anggota demi ketertiban pergaulan social mereka. Ketentuan-ketentuan itu biasanya berupa perangkat nilai norma social maupun pandangan hidup yang terpadu dalam system budaya yang berfungsi sebagai rujukan sesungguhnya merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama (Budhi Santosa, 1992) yaitu sisi generasi tua sebagai pewaris dari generasi muda sebagai penerus.
e. Landasan ilmiah dan teknologis
Kegiatan professional yang memiliki dasar-dasar ilmuwan, baik yang menyangkut teori-teorinya, pelaksanaan kegiatannya, maupun pengembangan-pengembangan pelayanan itu secara berkelanjutan.
1. Keilmuwan bimbingan dan konseling
Merupakan sejumlah pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematik
Pelayanan bimbingan dan konseling menekankan pentingnya logika, pemikiran, pertimbangan, dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (Mc Daniel, 1956)

2. Perang ilmu dan teknologi dalam bimbingan dan konseling multireferensial, artinya ilmu dengan rujukan berbagai ilmu yang lain. Psikologi ilmu pendidikan dan filsafat memberikan sumbangan yang besar kepada bimbingan dan konseling. Sosiologi memberikan pemahaman tentang peranan individu dalam fungsinya masyarakat keluarga, interaksi antar individu.
Gabungan antara sosiologi antropologi dan kebudayaan memberikan pemahaman tentang kondisi antara sosiologi dan ilmu ekonomi memberikan pemahaman tentang latar belakang antropologi dan kebudayaan tentang social budaya klien, ilmu-ilmu kemasyarakatan dan lingkungan memberikan pemahaman tentang interaksi timbale balik antara individu dan lingkungan.
3. Pengembangan bimbingan dan konseling melalui penelitian
Perkembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling dapat dikembangkan melalui proses pemikiran dan perenungan, dan praktek-praktek ialah hasil penelitian dilapangan
Penelitian adalah jiwa dari perkembangan ilmu dan teknologi apabila pelayanan bimbingan dan konseling diinginkan untuk berkembang dan maju, maka penelitian dan aspek yang diteliti harus terus-menerus dilakukan. Tanpa penelitian pertumbuhan pelayanan bimbingan dan konseling akan mandul dan steril.

f. Landasan Pedagogis
Landasan pedagogis mengemukakan bahwa antara pendidikan dan bimbingan memang dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan. Secara mendasar bimbingan dan konseling merupakan salah satu bentuk pendidikan. Demikianlah proses bimbingan dan konseling adalah proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan belajar dan sifat normatif

Jenis-Jenis Layanan Bimbingan Dan Konseling
A. Layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilaukan untuk memperkenalkan siswa baru dan seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya.
1. Layanan orientasi disekolah
a. Program orientasi yang efektif mempercepat proses adaptasi, dan memberikan kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
b. Murid-murid mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil di sekolah
c. Anak-anak dari kelas sosio-ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama.
2. Metode layanan orientasi sekolah
a. Kunjungan ke sekolah dasar pemasok
b. Kunjungan ke SLTP pemesan
c. Malam pertemuan dengan ortu
d. Staf konselor bertemu dengan guru membicarakan siswa-siswa baru
e. Mengunjungi kelas
f. Memanfaatkan siswa senior
3. Layanan oreintasi diluar sekolah
Individu-individu yang memasuki lingkungan baru di luar (seperti pegawai baru, anggota baru organisasi, bekas narapidana yang kembali kemasyarakat, pengantin baru). Orientasi itu proses penyesuaian diri dengan penyesuaian diri dan penyesuaian diri kembali akan memperoleh sokongan yang amat berarti

B. Layanan informasi merupakan perwujudan dari fungsi pemahaman layanan bimbingan dan konseling
Layanan orientasi dan informasi akan dapat menunjang pelaksanaan fungsi-fungsi bimbingan dan konseling lainnya dalam kaitan antara bahan-bahan orientasi dan informasi itu dengan permasalahan individu.
1. Jenis-jenis informasi
- Informasi pendidikan
- Informasi jabatan
- Informasi social budaya
2. Metode layanan informasi di sekolah
- Ceramah
- Diskusi
- Karyawisata
- Buku panduan
- Konferensi karier
3. Layanan informasi diluar sekolah
Cara-cara penyajian informasi kepada masyarakat, sebagaimana cara-cara penyajian orientasi, juga amat tergantung pada jenis informasi yang diperlukan dan siapa yang memerlukannya.
C. Layanan penempatan dan penyaluran
Adalah individu menentukan pilihan untuk mengembangkan bakat dan minat yang lebih lanjut, sekolah menyediakan jurusan-jurusan dan program-program khusus pendidikan dan latihan.
1. Penempatan dan penyaluran siswa di sekolah
- Layanan penempatan di dalam kelas
- Penempatan dan penyaluran kedalam kelas belajar
- Penempatan dan penyaluran kedalam kegiatan ko/ekstra kurikuler
- Penempatan dan penyaluran kejurusan/program Studi

2. Penempatan dan penyaluran lulusan
- Penempatan dan penyaluran kedalam pendidikan lanjutan.
- Penempatan dan penyaluran kedalam jabatan/pekerjaan

D. Layanan bimbingan belajar
Merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting di selenggarakan di sekolah
1. Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar
2. Upaya/pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar
3. Pemberian bantuan pengentasan masalah belajar



E. Layanan konseling perorangan
Sebagai layanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka antara konselor dan klien
1. Layanan konseling diselenggarakan secara “resmi”
- Layanan ini merupakan usaha yang disengaja
- Tujuan layanan untuk kepentingan dalam kebahagian klien
- Kegiatan layanan diselenggarakan dalam format yang telah ditetapkan
- Metode yang telah ditetapkan
- Metode dan teknologi dalam layanan berdasarkan teori yang telah teruji
- Hasil layanan dinilai dan diberi tindak lanjut.
2. Pengentasan masalah melalui konseling
- Pemahaman masalah
- Analisis sebab-sebab timbulnya masalah
- Aplikasi metode kasus
- Evaluasi
- Tindak lanjut
3. Tahap-tahap keefektifan pengetasan masalah melalui konseling
Proses tahap konseling dapat memberikan hasil yang sebesar-besarnya untuk menunjang perkembangan dan kehidupan klien pada umumnya, dan khususnya untuk mengentasan masalah klien
4. Pendekatan dan teori konseling
- Konseling direktif
- Konseling non-direktif
- Konseling efektif
5. Konseling dilingkungan kerja yang berbeda
- Konseling di sekolah dasar
- Konseling di sekolah menengah
- Konseling di perguruan tinggi
- Konseling di masyarakat

F. Layanan bimbingan dan konseling kelompok
Dalam layanan kelompok interaksi antar individu anggota kelompok merupakan suatu yang khas, yang tidak mungkin terjadi pada konseling perorangan.
1. Ciri-ciri kelompok
Suatu kelompok terdiri dari sejumlah orang tetapi kelompok bukan sekedar kumpulan sejumlah orang, menyangkut tujuan, keanggotan dan kepemimpinan, serta aturan yang diikuti.
2. Bimbingan kelompok
Adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana kelompok. Bimbingan kelompok di selenggarakan utuk memberikan informasi yang bersifat personal vokasional, dan social.

G. Layanan penguasaan konten
Untuk terpenuhinya tuntutan kehidupan yang terkandung dalam harkat dan martabat manusia (HMM) individu yaitu kehidupan manusia sebagai makhluk yang paling indah dan paling tinggi derajatnya sebagai kalifah di muka bumi.
Tujuan umum dikuasainya suatu konten tertentu.
Tujuan khusus
1. Fungsi pemahaman
2. Fungsi pencegahan
3. Fungsi pegetasan
4. Penguasaan konten pemelihara potensi
5. Penguasaan konten pembela diri

Konten adalah suatu unit materi yang menjadi pokok bahasan atau materi latihan yang dikembangkan oleh konselor dan diikuti dan dijalani oleh invidiu peserta layanan.




H. Layanan Konsultasi
Merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor terhadap seorang pelanggan, disebut konsulti yang memungkinkan konsulti memperoleh wawasan.
Tujuan umum adalah agar konsulti dengan kemampuannya sendiri dapat menangani kondisi atau permasalahan yang dialami orang ketiga.
Tujuan khusus adalah berupa wawasan, pemahaman dan cara-cara bertindak yang terkait langsung dengan suasana dan permasalahan pihak ketiga itu.

I. Layanan mediasi
Merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan.
Tujuan umum adalah tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondutif di antara para klien yaitu pihak-pihak yang berselisih.
Tujuan khusus adalah difokuskan kepada perubahan atas kondisi awal menjadi kondisi baru dalam hubungan antara pihak-pihak yang bermasalah.


Kegiatan Pendukung Bimbingan Dan Konseling
1. Aplikasi instrumentasi
Aspek-aspek tentang teknis pengumpulan data, baik teknis tes dan teknis non tes. Tujuan dari fungsi pemahaman dalam bimbingan dan konseling agar bagaimana guru pembimbing/konselor dapat mengumpulkan data dan keterangan-keterangan tentang siswa/klien, sehingga guru pembimbing akan lebih terarah dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

Macam-macam aplikasi instrumentasi:
a. Aplikasi instrumentasi untuk bimbingan pribadi
b. Aplikasi instrumentasi untuk bimbingan social
c. Aplikasi instrumentasi untuk bimbingan belajar
d. Aplikasi instrumentasi untuk bimbingan karier

2. Himpunan data
Himpunan data merupakan tugas yang sangat membantu guru pembimbing, secara efektif dan efesien dalam layanan bimbingan .
Berbagai bentuk data yang tersusun rapi disebut himpunan data (cumulative record). Tentang siswa atau klien yang perlu tersusun rapid an lengkap pada himpunan data seperti :
a. Identitas siswa
b. Latar Belakang keluarga
c. Latar Belakang pendidikan
d. Keadaan lingkungan tempat tinggal
e. Hubungan social
Fungsi utama himpunan data dalam bimbingan konseling ialah fungsi pemahaman terhadap berbagai aspek kepribadian serta lingkungan yang erat kaitannya dengan proses pemberian bimbingan atau layanan individu maupun kelompok

3. Konferensi kasus
Konferensi kasus secara spesifik dibahas permasalahan yang dialami oleh siswa dalam diskusi yang melibatkan seperti coordinator bimbingan guru pembimbing, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, orang tua, dan tenaga ahli lainnya yang memberikan data lebih lanjut bagi permasalahan tersebut.
Tujuan konferensi kasus secara khusus antara lain untuk mendapatkan suatu consensus dari para ahli dalam menafsirkan data atau informasi yang cukup memadai dan komprehensif tentang diri siswa/kasus guru yang memudahkan.

4. Kunjungan rumah
Kunjungan rumah merupakan salah satu alternative dalam pemecahan permasalahan siswa
Tujuan kunjungan rumah sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan pemahaman siswa
2. Untuk pembahasan dan pemecahan permasalahan siswa.
Kegiatan dalam kunjungan rumah dapat berbentuk pengamatan dan wawancara terutama tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar, dan hubungan antara anggota keluarga.
Pelaksanaan kunjungan rumah memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang dari guru pembimbing baik dari pihak orang tua serta persetujuan kepala sekolah. Fungsi kunjungan rumah ialah pemahaman.

5. Tampilan kepustakaan
Tampilan kepustakaan merupakan kondisi yang sangat memungkinkan individu atau klien untuk memperkaya dan memperkuat diri berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas bersama konselor
Tujuan umum digunakannya tampilan perpustakaan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling adalah:
1. Melengkapi subtansi pelayanan konseling berupa bahan tertulis
2. Memperkuat pengetasan masalah dan pengembangan diri klien
3. Pemanfaatan pelayanan konseling secara lebih langsung dan berdaya guna.
Dalam perpustakaan individu mendapatkan bahan-bahan yang secara langsung dan tidak langsung yang terkait dengan kondisi dirinya sehingga memperoleh pencerahan yang dapat mempertajam analisis atau pengarahan tentang tingkah laku dan cara-cara tertentu atau hal-hal positif lainnnya.
6. Ahli tangan kasus
Ahli tangan kasus merupakan penanganan yang tepat dan tuntas atas masalah yang dihadapi siswa, dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepihak lain yang lebih ahli.
Fungsi ahli tangan kasus ialah untuk pemecahan masalah dan fungsi perbaikan.
Untuk terselenggaranya kegiatan ahli tangan yang dinamis. Untuk terselenggaranya kegiatan ahli tangan yang dinamis dan produktif diperlukan kerja sama dan koordinasi yang baik bagi siswa yang bersangkutan.

Kegiatan bimbingan dan konseling
1. Kegiatan akademis
a. Membantu mahasiswa menyusun perencanaan kegiatan belajarnya,
Membantu mahasiswa dalam memilih mata kuliah setiap semester
b. Membantu perkembangan prestasi mahasiswa dengan menyusun pertemuan berkala
c. Membantu klien dalam memahami peraturan-peraturan akademik
d. Membantu menyelesaikan masalah-masalah akademis yang dihadapi klien

2. Kegiatan non-akademis
a. Membantu klien menyelesaikan hambatan-hambatan dalam sosiolisasi
b. Membantu klien dan mengatasi masalah-masalah fisik dan psikis
c. Membantu klien menyesuaikan diri dengan lingkungan/kehidupan kampus.
d. Memberi nasehat terhadap masalah-masalah keluarga yang dihadapi oleh klien.


DAFTAR RUJUKAN

Prof. Dr. Prayitno dan Drs Herman Amti. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. 1999.
Drs. Dewa Ketut Sukardi. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta 2000.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar