Welcome to Rahmat Documents

Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya!
Semoga info yang ada Bermanfaat bagi anda





KLIK disiNI JUga yah!!!!!

Sabtu, 08 Agustus 2009

rangkuman Instrumetasi Bk I

II
PENGGUNAA HASIL
INSTRUMENTASI BK NON TES
A. Bagi guru pembimbing.
Yaitu: untuk keperluan bahan diagnostic ,(baik diag nostik belajar, maupun kesulitan dalam belajar,bahan informasi dalam pelayanan, penempatan, pemilihan program khusus, pemilihan kelanjutan, studi lapangan kerja, dan penemmpatan lainya.
Penggunaan untuk layanan bk
1. Layanan orientasi
2. Layanan informasi
3. Layanan penempatan, penyaluran.
4. Layanan penguasaan kontens.
5. Layanan konseling perorangan.
6. Layanan bimbingan kelompok.
7. Layanan konseling kelompok.
8. Layanan konsultasi.
9. Layanan mediasi.
B. Bagi guru bidang studi.
Adapun guru bidang studi dapat menggunakan hasil instrumentasi bk nontes dengan tujuan agar,guru tersebut dapat memahami masing-masing siswanya, memeahami bahwa anak adalah unik, berbeda stu dengan yang lainya, memiliki tingkkat pemahaman yang berbeda-beda.
C. Bagi kepala sekolah.
Kepala sekolah adalah orang yang memiliki andil dan tanggung jawab yang besar dalam menggambil setiap keputusandalam sekolah. Misalnya kepala sekolah harus menentuka apakah salah satu siswannya yang nakal harus dikeluarkan dari sekolalh atau tidak. Untuk menhgambil keputusan maka dioerlukan data-data yang cukup,akurat dan relevan. Untuk itut dapat digunakan instrumenttasi bk non tes.
D. Bagi wali kelas.
Tugas wali kelas antara lain yaitu, bertanggung jawab dalam mendidik, menjaga, dan membantu berkembangnya potensi siswa di kelas. Agar terorganisir maka setiap kelas, dapa menggunakan instrumentasi seperti inventori, dan observasi.
E. Bagi orang tua.
Dengan mengetahui hasil instrument seperti angket intelegensi maka ortu akan mememahami anaknya, kelemahan anaknya, dan kelebihan anaknya. Sehingga out dapat mmbimbing secara baik.
F. Bagi siswa.
Siwa akan lebijh mengenal dirinya, mengetahui kemampuananya, menyadari kelemahanya, dan permasalahan yang dihadapi,. Misalanya dengan menggunakan hasil konsioner, inventori, AUM.
G. Bagi pegawai TU.
Dari hasil angket akan diketahui tentang keadaan ekonomi siswa, dan data laian yang diperlukan untuk kelancaran administrasi., seta pertimbanagan pemberrian bea siswa.
H. Bagi peiahak perpustakaan dan labor.
Denagan adanya instrument BK non tes, sepertio AUM akan diketahui kesuliltan siswa, salah satunya kekuarangnan sarana prasarana belajar. Misalnya kurangnya buku penunjang, alat labor dan lain lain.












III
METODE SOSIOMETRI
A. Pengertian sosiometri.
Sosiometri adalah suatu metoda untuk mengumpulkan data tenteng pola struktur, hubungan antara individu dengan individu yanag lainnya. Posisi tiap-tiap individu dapat diukur dengan motoda ini.
B. Tipe- tipe sosiometri.
Sosiometri dobedakan atas 3 jenis yaitu:
1. Tipe nominative.
Dalam tipe ini ditanya kepada setiap individudalam suatu kelompok, siapa kawan yang disenangi atau tidak disenangi untuk diajak melakiukan suatu aktivitas. Pilihan itu harus ditulis berueutan dari pilihan pertama orang yang disenangi, pilihan kedua dan seterusnya.
2. Tipe skala bertinggkat.
Dalam tipe ini disusun beberapa ststment secara beringgkat,. Pertanyaan tersebut berisi tentang hubunngan individu. Individu diminta untuk mengisi nama salah satu temannya sesuai dengan statement. Statement tersebut disususn dengan tabulasi arah dengan rumus sebagai berkut.

CRS : status pemilihan porangan.
CRS = ∑s ∑s : sigma skor.
n-1 n-1 : jumlah siswa dalam kelas.
Indeks CRS bergerak dari -1 sampai +1 . indeks CRS -1, menunjukan status hubungan social yang paling jelek, indeks CRS +1 ststus hubungan yang paling baik.
3. Sosiometri tipe siapa dia.
Dalam tipe ini diseddiakan sejumlah statement yang mengungkapkan sifat yang positif dann yang negative. Kemudian masing-masing anggota dipilih untuk memilh kawanya yang mempunyaio sifat yang cocok yang diunggkapakan oleh ststement tersebut.
C. Kegunaan danketrerbatasan sosiometri.
Kegunaan yang paling penting adalah:
• Untuk memperbaiaki stuktur hiubunnngan social parasiswa di dalam kelasnya.
• Memperbaiki penyesuaian individu seecara keseluruhannya.
• Mempelajari akibat praktek sekolah terrhadap hubbungan social dikalangan siswa.
• Memperbaiaki mutu kepemimpiinan dalam situasi yang berbeda-beda.
• Memntukan norma-norama pergaulan antar siswa.
Keterbatasanya yaitu metoda ini dapat menyadarkan bahwa dirinya terpencil dan tidak disenangi oleh teman-temanya, yang sebelumnya tak disaddari. Jadi metoda ini hendaknya di gunakan secara hati-hati.






















IV
METODA OBSERVASI
A. Pengertian.
Observasi adalah suatu cara pengumpilan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu objek dalam sutu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistemetis tentang hahl-hal yang diamati.
B. Jenis-jenis Observasi.
Klasifikasin tentang jenis observasi dapat dilihat dari bbeberapa sudut pandang:
a. Dari segi situasiu yang diobservasi.
Berdasrkan situasi yang diobservasi dapat dilihat dari beberapal sudut pandangan dibagi atas 3 yaitu:
1. Observasi situasi bebas yaitu tanpa adnya campur tangan dari penobservasi. Misalanya observasi yng silakukan pad saat bermain.
2. Observasi situasi yang dimanipulasi misalnya seorang pengobservasi ingin mengetahui sifat kepemimpinam sekelompok siswa, maka siswa tersebut disuruh memebentuk kelompok, dan masing-masing kelompok diberi tugas tertentu, sehingga pengobservasi mengetahui bagai mana mereka bekerja didalam kelompok dan bagai mana kepemimpinan setiap siswa.
3. Observasi sitiuasi setengah terkontro yang merupakan kombinasi kedua jenis observasi diatas
b. Dari segi keterlibatan pengobservasi
1. Observasi partisipan.
2. Observasi non partisipan.
3. Observasi quasi partisipan.
c. Dari segi pencatatan hasi observasi.
1. Observasi berstruktur.
Apabila aspek tingkah laku yang diobservasi telah dimuat dalam suatu daftar yang disusun secara sistematis.
2. Observasi tak berstuktur.
Pengobservasi mencatat semua tingkah laku yang dianggap penting dalam sustu periode observasi. Hasil-hasil observasi dicatat dalam catatan yang bersifat anekdot.
C. Keuntungan dan kelemahan.
Berapa keuntungan dari observasi
yaitu denbgan observasi kita dapat mengamati tinggkah laku sisw yang muncul secara spontan, tidak dibuat-buat.
Selain itu dengan observasi maka subjek yang diobservasi tidak merasa dibebeni tugastambahan, berbeda dengan intervieu dan kuinsioner yang membuat subjek mengorbankan waktu dan tenaga dalam menjawab pertanyaan.
Kelemahan observasi
Yaitu tidak dapat dilakukan untuk mengamati beberapa hal sekaligus, penefsiran tehadap hasil besifat subjektiv untuk mengetasinya hendaknya dilakukan 2 atau 3 kali.


















V
ANGKET
A. Pengertian.
Angket disebut juga kuesioner yaitu suatu metoda pengumpulan data dengan jalan mengajukan sesuatu daftar pertanyaan tertulis kepada sejumlah individu, dan individu yang diberikan daftara pertannyaan diminta untuk memeberiak jawawaban secara tertulis pula.
B. Jenis-Jenis Angket.
Menurut subjek
1. Kunsioner langsung : jika individu yang dikirim kuensioner tersebut adalah orang yang secara langsung kita inginkan datanya.
2. Kunsioner tak langsung : jika kuensioner tersebut diberi kepada seorang untuk memperoleh data orang lain.
Menurut bentuk pertanyaan yang dibuat:
1. Kunsiner terbuka : jika responden diberi kesempatan seluas-lusanya untuk memeberikan jawaban.
2. Kunsioner tertutup : jika untuk menjawab pertanyaan yang diberikan responden tinggal memilih salah satu dari jawabwena yang temlah tersedia.
C. Keuntunggan dan kelemahan angket.
Keuntungan dari metoda angket adalah:
Data yang dikumpulkan dapat diperoleh dalam waktu singkat, evisien dalamm penggunaan waktu dan tenaga jumlah koresponden banyak didapat.
Kelemahan dari metoda angket adalah:
Karena angket bersifat tertulis maka angkethanya dapat di terapakan pada individu yang dapat membeca dan menulis, terkadang pertanyaan sulit untuk dimenngerti.
Adapun kelemahan dari angketbersifat tertutup maka koresponden terikat dengan aalternatif jawaban yang disediakan sehingga terjadi kesulitabn untuk memeilih pilihan lain.
D. Langkah-langkah membuat angket.
1. Menetukan teme/ judul.
2. Menetukan tujuan.
3. Menentukan indicator.
4. Menentukan sub indicator.
5. Menentukan items.
6. Uji coba.
E. Pola-pola kuesioner.
1. Pola likert
Memberikan jawaban dengan memeberikan tanda silang.
2. Tipe Allport, tipe venory, tipe linzey.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

harap anda mengisi komentar